Pengertian dan Definisi Tafsir Ilmi

Tafsir Ilmi dapat ditilik dari sisi morfologi ketata-bahasaan dan juga sisi ilmiah ataupun dapat melui pandangan para ulama.

Di dalam bahasa Arab, kata-kata dibahas berdasar pada 2 keadaan: sendiri, atau tergabung dengan kata lain. Mengenai hal ini, ada 2 ilmu yang membahasnya: sharaf dan i’rab. Sharaf ialah ilmu yang membahas kedudukan perubahan bentuk kata. Sedang i’rab ialah ilmu yang membahas perubahan bentuk harakat akhir suatu kata, bisa nashab (harakat fathah), bisa rafa’ (dhammah), jarr (kasrah), dan juga majdzum (sukun).

Ilmi merupakan kata benda yg sifatnya tergabung dengan kata lain sehingga berlakulah hukum i’rab dalam tata bahasa arab. Kata Ilmi sendiri dalam bahasa Arab ilm yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.

Ilmu disini merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Tafsir diambil dari akar kata bahasa arab fa-sa-ra yang bermakna menjelaskan dan menerangkan. Sedangkan dari sisi istilah, tafsir disini adalah ilmu yang mempelajari kandungan kitab Allah SWT, yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, berikut penjelasan maknanya serta hikmah-hikmahnya. Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas tentang al-Quran al-Karim dari segi pengertiannya terhadap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Secara lebih sederhana, tafsir dinyatakan sebagai penjelasan sesuatu yang diinginkan oleh kata.

Jika kita tarik garis lurus maka Tafsir Ilmi merupakan suatu metode penafsiran yang menerangkan istilah-istilah ilmiah yang terkandung pada perumpamaan-perumpamaan yang terdapat dalam al-Qur’an yang kemudian melahirkan berbagai macam pengetahuan dan teori-teori filsafat. Sebagian ulama mengartikan Tafsir Ilmi sebagai sebuah penafsiran terhadap ayat-ayat kawniyyah yang sesuai dengan tuntutan dasar-dasar bahasa, ilmu pengetahuan dan hasil-hasil penelitian alam.

Dikarenakan kaidah pentafsiran Tafsir Ilmi ini lebih kepada petunjuk melalui kajian sains dan bukannya menggunakan ijtihad melalui akal. Oleh sebab itu, ada ulama’ tafsir memasukkan tafsir ilmi ini dalam ranah tafsir isyari.

Wallahu A’lam Bishawab

Rating: 4.3. From 3 votes.
Please wait...

Tafsir Staff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *